Indri Dwi Lestari (2) dipangku Kuswanto sang ayah di kediamannya, Pucangan Kartasura. Foto: Ari Kristyono
PASTI semua orangtua di dunia ini menginginkan buah hatinya tumbuh dengan sehat dan normal. Begitu pula dengan pasangan Kuswanto (31) dan Santi (28), asal Pucangan, Kartasura.
Namun apa daya, kenyataan pahit harus mereka telan ketika mengetahui putri kedua mereka Indri Dwi Lestari (2) harus terlahir tanpa lubang anus.
Ditemui Soloblitz, Senin (22/4/2013) pagi, Indri nampak ceria di pangkuan kedua orangtuanya. Meski kenyataan begitu menyayat hati.
Disamping terlahir tanpa anus, dan buang air besar melalui kemaluannya, Indri hanya tinggal di rumah bertembok anyaman bambu yang sudah reyot, berukuran 30 meter persegi, dimana ketika hujan turun gentingnya pun bocor.
"Ya ini harta kami satu-satunya. Kalau hujan, ya kami prioritaskan Indri supaya tidak kedinginan saja," ungkap Kuswanto yang hanya berprofesi sebagai tukang batu ini.
Masalah bertambah, ketika Kuswanto dan Santi tak berdaya mengobati penyakit Indri. Pasalnya untuk mengoperasi Indri sehingga normal kembali, dibutuhkan biaya hingga Rp 100 juta.
Pasangan Kuswanto dan Santi menggendong Indri Dwi Lestari (2) di depan rumah mereka, Pucangan, Kartasura. Foto: Deniawan Tommy Chandra Wijaya
"Saya hanya ingin anak saya sembuh. Saya sudah tidak tega mendengar tangisannya ketika kesakitan buang air besar melalui kemaluan," keluh Santi sang ibu dengan mata berkaca-kaca.
Kini Kuswanto dan Santi hanya bisa pasrah, menunggu datangnya uluran tangan dermawan untuk mengobati Indri, buah hati yang sangat mereka cintai. Karena usaha untuk meminta bantuan pemerintah, melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) pun sudah kandas di tengah jalan.
Deniawan Tommy Chandra Wijaya |@deniawantommy
Ari Kristyono 22 Apr, 2013
-
Source: http://www.soloblitz.co.id/2013/04/22/santi-saya-hanya-ingin-indri-sembuh/
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
No comments:
Post a Comment